ilmu sosial dan budaya dasar

diskusi 2

Setelah teman-teman membaca modul dan materi tambahan yang tersedia. Mari kita refleksikan bersama tentang dua gagasan yang mendasar dalam tema ini yaitu budaya dan manusia.

Menurut teman-teman, apakah kebudayaan itu tetap atau berubah, berikan argumen dan jelaskan pula bagaimana peran manusia di dalam kebudayaan.

Diskusi¬†ini dimula pada tanggal 5 September 2016 dan berakhir pada 19 September 2016. Saya sangat berharap teman-teman aktif berdiskusi karena setiap argumen teman-teman dinilai ūüôā

Selamat berdiskusi

Salam,

jawaban

Menurut saya, kebudayaan itu bisa tetap dan bisa berubah pula. Dalam hal ini tetap dimaksudkan seperti kebudayaan tradisional di Indonesia yang sampai saat ini masih diselenggarakan di beberapa daerah seperti upacara Ngaben di Bali, upacara perkawinan khas orang jawa (melakukan pingit, upacara siraman sebelum acara pernikahan, dll), hal ini tetep dilaksanakan karena sudah melekat pada kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia dan sudah turun temurun dilakukan sebagai warisan nenek moyang bangsa ini.

Dan berubah disini dimaksudkan, kebudayaan itu bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan perubahan jaman dan dapat mengikuti khususnya di era globalisasi ini. Misalkan sekarang sudah dapat dilaksanakan Ngaben masal, pernikahan masal, sunatan masal sehingga arus perubahan kebudayaan ini dapat membawa dampak positif juga karena dapat dilakukan secara efisien, dan ekonomis dari segi biaya dan waktu (praktis). Dulu arak-arakan masih di lakukan dengan jalan kaki oleh masyarakat, tapi sekarang sudah bisa menggunakan mobil dan transportasi lainnya sehingga dapat mengurangi kemacetan di jalan, kepraktisan ini dilakukan oleh masyarakat modern tanpa mengurangi makna dan tujuan dari upacara yang dilakukan.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan ini adalah :

  • intern¬†: merupakan faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri yang menyebabkan perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
  1. Perubahan penduduk, seperti: Kelahiran, Kematian, dan Migrasi.
  2. Adanya penemuan baru, seperti: Adanya ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada (Discovery), Penyempurnaan penemuan baru (Invention), dan Proses pembaharuan atau melengkapi atau mengganti yang telah ada (Innovation).
  3. Konflik yang terjadi di dalam masyarakat. Konflik dapat merubah kepribadian orang-orang yang terlibat di dalamnya, misalnya menjadi pendiam, murung, tidak mau bergaul, atau bahkan berusaha memperbaiki keadaan tersebut supaya menjadi lebih baik.
  4. Pemberontakan atau revolusi. Hal ini menyebabkan perubahan pada struktur pemerintahan pada suatu negara.

 

  • Faktor ekstern¬†merupakan faktor yang berasal dari luar masyarakat melalui interaksi sosial yang mendorong terjadinya suatu perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
  1. Peperangan.
  2. Perubahan alam. Pada zaman sekarang sebagian besar hal ini disebabkan oleh tindakan manusia sendiri yang menyebabkan kerusakan alam, seperti mebuang sampah sembarangan, penebangan liar, pembangunan terus menerus di lahan pertanian, dan masih banyak lagi.
  3. Pengaruh budaya lain, seperti: Penyebaran kebudayaan (Difusi), Pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya (Akulturasi), dan Pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang baru tanpa terlihat budaya yang lama sama sekali (Asimilasi).

 

Dari adanya faktor-faktor yang menyebabkan perubahan kebudayaan, kita hendaknya dapat memfilter pengaruh negatif yang masuk khususnya untuk kebudayaan bangsa kita agar tidak memudar dan menghilangkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan budaya.

Peran manusia di dalam kebudayaan adalah memelihara kebudayaan itu sendiri. Karena budaya itu lahir dari interaksi antar manusia sebagai makhluk sosial. Agar kebudayaan itu tidak memudar, yang merupakan identitas dari suatu daerah bahkan suatu bangsa.

Pending

Kebudayaan sering kali diartikan sebagai adat tradisi atau kebiasaan sehingga sering kali dicontohkan dengan upacara adat. Untuk pengertian yang lebih luas maka kebudayaan sering kali dipahami sebagai cara manusia mengelola kehidupannya, contohnya adalah adaptasi masyarakat terhadap lingkungan alam. Kebudayaan juga sering kali dipahami secara awam, di mana orang awam menyebutkan kesenian, rumah adat, upacara adat atau bangunan kuno sebagai kebudayaan. Namun bagi para ahli kebudayaan, mereka selalu berusaha memberikan rumusan dalam rangka menyajikan pengertian kebudayaan secara lebih menyeluruh.

Kebudayaan berasal dari kata buddhayah (bahasa sangsekerta) yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Edward  B. Taylor menjelaskan kebudayaan merupakan kompleks keseluruhan yang meliputi pengetahuan,kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan, serta lain-lain kecakapan dan kebiasaan yangdiperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Sedangkan, Koentjaraningrat melihat kebudayaan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Pada dasarnya pengertian kebudayaan meliputi sistem gagasan, sistem kelakuan dan hasil karya. Terkait dengan hal ini, Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan memiliki tiga wujud yaitu sebagai

1) suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya, 2) kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat, dan

3) benda-benda hasil karya manusia.

 

Menurut saya kebudayaan tetap berubah karena sifatnya yang dinamis. Terdapat beberapa sebab yang dapat melatarbelakangi terjadinya perubahan/dinamika kebudayaan, di antaranya adalah

1) perubahan lingkungan alam,

2) perubahan karena kontak dengan suatu kelompok lain, dan

3) Perubahan karena adanya penemuan (discovery)

Menurut Berger sosialisasi, merupakan proses melalui mana seorang anak belajar menjadi anggota dan berpartisipasi dalam masyarakat. Sosialisasi mengajarkan berbagai peran. Menurut Mead, setiap anggota baru di masyarakat harus mempelajari peran-peran yang ada. Proses ini dinamakan proses pengambilan peran. Dalam proses ini seorang anak belajar untuk mengetahui peran yang harus dijalankan serta peran yang harus dijalankan orang lain. Melalui penguasaan peran di masyarakat seseorang dapat berinteraksi dengan orang lainnya. Pada tahap awal, sosialisasi seorang anak biasanya terbatas pada sejumlah kecil orang lain,  Akulturasi terjadi bila kelompok-kelompok individu yang memiliki kebudayaan yang berbeda saling berhubungan secara langsung dengan intensif, sehingga timbul perubahan-perubahan besar pada pola kebudayaan dari salah satu atau kedua kebudayaan yang bersangkutan.  Dalam rentang antara dua daya inilah kebudayaan menampilkan sifatnya yang dinamis. Keadaan yang dinamis dari suatu kebudayaan dalam suatu masyarakat merupakan interaksi antara daya preservatif dengan daya progresif, di mana kemudian proses adanya upaya pelestarian dan kemajuan dari suatu kebudayaan merupakan tanggung jawab masyarakat pendukung kebudayaan itu sendiri.

 Terimakasih..

Peran manusia dalam menjaga kebudayaan.

Dalam menjaga dan mempertahankan kebudayaan Bangsa Indonesia seluruh rakyat Indonesia harus memiliki peran, baik dari pemerintah maupun dari masyarakat sendiri.

Peran dari pemerintah :

– Pemerintahan harus lebih memperkenalkan dan mempromosikan kebudayaan – kebudayaan bangsa Indonesia ke negara-negara lain lewat iklan di media televisi atau media catak.

– Membuat acara pergelaran kebudayaan Indonesia di negara sendiri maupun di negara lain.

– Memperkenalkan dan mempromosikan tempat – tempat wisata yang ada di Indonesia.

Peran dari masyarakat:

– Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsa Indonesia.

– Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri sendiri, bukan produk luar negeri.

– Mempelajari dan mengenal berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia agar timbul di dalam diri seseorang untuk menjaga kebudayaan Indonesia dari pengaruh kebudayaan luar yang negatif.

– Saling menghormati dan menghargai antara warga masyarakat walaupun berbeda agama dan suku bangsa.

– Tidak mudah terpengaruh oleh kebudayaan luar yang negatif, seperti etika berpakaian yang kurang baik, etika dalam bergaul, sopan santun dalam berbicara serta bertingkah laku yang kurang baik dll.

Kebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diri terhadap alam, mengatur hubungan antar manusia, dan sebagai wadah dari segenap perasaan manusia. kebudayaan akan mendasari, mendukung, dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan, menggerakan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu yaitu hidup yang lebih baik, manusiawi, dan berperi-kemanusiaan.

 

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/budaya

http://www.isomwebs.com/2011/makalah-kebudayaan-di daerah indonesia

Apakah kebudayaan itu tetap atau berubah?

Kebudayaan sifatnya dinamis, dimana selalu mengalami perubahan. Perubahan dapat berjalan cepat maupun lambat.terdapat berbagai sebab yang dapat melatarbelakangi terjadinya perubahan kebudayaan diantaranya:

– Perubahan lingkungan alam,

– perubahan karena kontak dengan kelompok lain, atau

– perubahan adanya penemuan.

fenomena menarik yang nampaknya semakin tidak dapat kita hindari adalah globalisasi dimana saling ketergantungan antar warga dunia semakin besar. Walters mengemukakan bahwa globalisasi berlangsung di tiga bidang kehidupan yaitu ekonomi, politik dan budaya. prof Fuad Hasan berpandangan bahwa peningkatan pertemuan kebudayaan global akan saling mempengaruhi, tetapi pertemuan antarbudaya tidak berlangsung secara timbal balik, melainkan tetap cenderung bersifat satu arah.

Peran manusia  didalam kebudayaan.

Manusia sebagai makhluk yang kompleks memiliki berbagai kemampuan dalam mengatasi masalah yang dihadapinya. Kemampuan tersebut mencakup akal, intelegensia, dan intuisi; perasaan dan emosi; kemauan; fantasi; serta perilaku. kemampuan inilah yang membuat manusia mendapat predikat sebagai pencipta kebudayaan. antara manusia dan kebudayaan saling terkait dimana kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Berger mengemukakan bahwa terdapat tiga langkah yang merupakan komponen proses dialektik yang terjadi yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi.

 

 

Referensi: Hertati, dkk

Ilmu sosial dan budaya dasar.

Menurut saya kebudayaan itu pada dasarnya memiliki kecenderungan bertahan dan berubah. Kebudayaan bertahan karena unsur-unsur kebudayaan itu berasal dari warisan turun temurun dan berlangsung sudah sejak lama. Kebudayaan ini berfungsi sebagai pedoman hidup dan didasari oleh keinginan untuk tetap menjaga kelestarian kebudayaan tersebut. Sedangkan kebudayaan berubah mengikuti perkembangan, situasi dan kondisi masyarakat yang sesuai dengan zamannya. Pada hakekatnya kebudayaan berfungsi sebagai pedoman hidup, unsur-unsur kebudayaan yang menjadi milik masyarakat sebagai suatu sistem haruslah tetap dipertahankan. Sebab perubahan terhadap suatu unsur kebudayaan akan menggoyahkan sistem yang sudah terbentuk. Di sisi lain juga kita ketahui bahwa kehidupan masyarakat di dunia ini adalah dinamis, tidak ada yang tetap dan akan selalu berubah. Jadi perubahan kebudayaan merupakan suatu hal yang harus dan pasti, sebab masyarakat yang menjadi pendukung kebudayaan tersebut akan berubah dan berkembang dan menyesuaikan dengan zamannya.

Peran manusia didalam kebudayaan sangatlah penting, karena merupakan salah satu unsur dasar dalam kehidupan masyarakat sosial dan menyangkut identitas dan kepribadian bangsa, bahkan sudah dianggap sebagai harga diri bangsa. Manusia perlu menjaga kebudayaannya, karena itulah identitas dan ciri khas mereka. Kebudayaan memiliki peranan penting dalam membentuk pola pikir dan pergaulan dalam masyarakat. Pola pikir, kepercayaan dan ideologi yang mereka anut adalah karakter kelompok mereka. Kebudayaan mencakup perbuatan dan aktifitas sehari-hari yang dilakukan oleh individu maupun masyarakat dan sudah pasti bahwa kebudayaan suatu daerah akan berbeda dengan daerah lain.

Pending

 

 

ilmu sosial dan budaya dasar

diskusi 1

Selamat siang rekan-rekan, apabila teman-teman membuka BMP Modul 1 maka teman-teman akan menemukan kutipan berikut ini:

‚ÄúBeberapa pakar pendidikan mengatakan bahwa pendidikan umum memiliki unsur pendidikan nilai, pendidikan kepribadian, dan pendidikan karakter sehingga diletakkan sebagai pondasi bagi mahasiswa agar menjadi makhluk sosial dan budaya yang berilmu pengetahuan, berwatak, berprilaku dan bertanggung jawab secara sosial dan budaya di sepanjang hidupnya‚ÄĚ.

Selanjutnya, apabila teman-teman membuka pengayaan Tuton maka Siti Irene Astuti menyatakan bahwa telah terjadi krisis karakter yang ditandai oleh: 1) adanya self destruction, 2) kurang mengembangkan potensi daya saing, 3) di beberap ada tendensi menguatkan konflik horisontal, dan 4) memudarnya nilai kemanusiaan.

Kemudian, pada pengayaan Tuton lainnya, yang membahas pemikiran Ki Hajar Dewantara maka menurut Haryanto, Ki Hajar Dwantoro mengajarkan tiga hal yang disebut Ajaran Trikon dalam rangka membangun karakter bangsa, yaitu 1) konsentrasi, 2) kontinuitas, dan 3) konvergensi.

Sejalan dengan Ki Hajar Dewantara, Foester (Koesoema://www.duniaesai), sebagaimana dikutip Aceng Kosasih, mengemukakan bahwa dalam rangka pembentukan Karakter maka 1) nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan, 2) perlu dibangun rasa percaya satu dengan yang lainnya, 3) upaya internalisasi norma masyarakat ke pribadi individu, dan 4) perlu ditanamkan rasa keteguhan dan kesetiaan.

Teman-teman peserta tuton, mari kita diskusikan apakah menurut Pendidikan Umum di Indonesia sudah dapat mencapai misinya tersebut? Berikan alasan dan juga saran rekan-rekan dalam melihat fenomena pendidikan di Indonesia

Selamat berdiskusi.

jawaban

Pendidikan, secara sederhana, didefinisikan sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk membentuk dan mengembangkan potensi diri seseorang/sekelompok orang (peserta didik). Dimana, pendidikan diarahkan untuk menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, kompeten dan menguasai iptek serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai peran sosial.

Di Indonesia, pendidikan harus berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Salah satu jenis pendidikan yang diatur dalam Undang-Undang Sisem Pendidikan Nasional No.2/1989 adalah perihal pendidikan umum.

Pendidikan Umum adalah pondasi dari segala sesuatu yang berkenaan dengan pendidikan dasar dan pengalaman di perguruan tinggi, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan nilai-nilai yang didapatkan dari pelajaran apapun yang diperolehnya di Perguruan Tinggi. Pendidikan umum tidak dibatasi oleh disiplin ilmu. Pendidikan umum ditujukan untuk mengembangkan nilai-nilai keterampilan sosial peserta didik agar dapat hidup dalam suatu masyarakat.

berbagai ahli seperti Raven ( 1977: 156), Bell (1966: 112); dan Conant (1950: 74) telah menyebutkan bahwa salah satu tujuan pendidikan umum adalah untuk mengembangkan nilai-nilai dan keterampilan sosial.

Beberapa pakar pendidikan mengatakan bahwa pendidikan umum merupakan pendidikan nilai (value education). Sebagian lagi menunjukan pendidikan umum sebagai pendidikan kepribadian (personality education), pendidikan karakter (character building education), pendidikan kewarganegaraan, dan sebagainya. Karena adanya unsur pendidikan nilai, pendidikan kepribadian, pendidikan karakter dan pendidikan kewarganegaraan, maka pendidikan umum selanjutnya diletakkan sebagai pondasi bagi mahasiswa agar menjadi makhluk sosial dan budaya yang berilmu pengetahuan, berwatak, berprilaku dan bertanggung jawab secara sosial dan budaya yang baik di sepanjang hidupnya.

 

Referensi: Hertati,dkk. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Pembangunan pendidikan yang sudah dilaksanakan sejak Indonesia merdeka telah memberikan hasil yang cukup mengagumkan sehingga secara umum kualitas sumberdaya manusia Indonesia jauh lebih baik. Namun dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, kita masih ketinggallan jauh, oleh karena itu, upaya yang lebih aktif perlu ditingkatkan agar bangsa kita tidak menjadi tamu terasing  di Negri sendiri terutama karena terjajah oleh budaya asing dan terpaksa menari diatas irama gendang irang lain. Upaya untuk membangun sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, berwawasan iptek, serta bermoral dan berbudaya bukanlah suatu pekerjaan yang relatif ringan. Hal ini di sebabkan dunia pendidikan kita masih menghadapi berbagai masalah internal yang cukup mendasar dan bersifat kompleks. Kita masih menghadapi sejumlah  masalah yang sifatnya berantai sejak jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Rendahnya kualitas pada jenjang sekolah dasar sangat penting untuk segera diatasi karena sangat berpengaruh terhadap pendidikan selanjutnya,ada beberapa masalah internal pendidikan yang dihadapi, antara lain sebagai berikut.

  1. Rendahnya pemerataan kesempatan belajar (equity) disertai banyaknya peserta didik yang putus sekolah, serta banyaknya lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini identik dengan ciri-ciri kemiskinan.
  2. Rendahnya mutu akademik terutama penguasaan ilmu pengetahuan alam (IPA), matematika, serta bahasa terutama bahasa inggris padahal penguasaan materi tersebut merupakan kunci dalam menguasai dan mengembangkan iptek.
  3. Rendahnya efisiensi internal karena lamanya masa studi melampaui waktu standart yang sudah ditentukan.
  4. Rendahnya efisiensi eksternal sistem pendidikan yang disebut dengan relevansi pendidikan, yang menyebabkan terjadinya pengangguran tenaga terdidik yang cenderung terus meningkat. Secara empiris kecenderungan meningkatnya pengangguran tenaga terdidik disebabkan oleh perkembangan dunia usaha yang masih di dominasi oleh pengusaha besar yang jumlahnya terbatas dan sangat mengutamakan efisiensi (padat modal dan padat teknologi). Dengan demikian pertambahan kebutuhan akan tenaga kerja jauh lebuh kecil dibandingkan pertambahan jumlah lulusan lembaga pendidikan.
  5. Terjadi kecenderungan menurunnya akhlak dan moral yang menyebabkan lunturnya tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial, seperti terjadinya tawuran pelajar dan kenakalan remaja. Dalam hal ini pendidikan agama menjadi sangat penting menjadi landasan akhlak dan moral serta budi pekerti yang luhur perlu diberikan kepada peserta didik sejak dini.

Saran

1.      Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional harus di tingkatkan lagi .

2.      Kepada masyarakat agar ikut berpartisifasi dalam memajukan pendidikan di indonesia.

3.¬†¬†¬†¬†¬†¬†Kepada pemerintah diharapkan agar dalam pembuatan sistem pendidikan nasional ini hendaknya melibatkan pihak –¬† pihak yang dapat ikut dalam memajukan pendidikan nasional.

DAFTAR PUSTAKA

 

Buchori, Mochtar. 1994. Spektrum Problematika Pendidikan di Indonesia. Yogyakarka: Tiara Wacana Yogya

Rochaety, Eti dkk. 2006. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Tirtarahardja, Umar dan La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Idris, Zahara dan Jamal, Lisma. 1992. Pengantar Pendidikan 2. Jakarta: PT Grasindo

 

 

sistem ekonomi indonesia

diskusi 2

Silakan diskusikan hal-hal di bawah ini:
1. Berikan contoh praktik liberal dalam kehidupan sehari-hari!
2. Sistem ekonomi apa yang cocok dan tidak cocok dengan Indonesia, mengapa?
3. Buatlah perbandingan yang menunjukkan kelebihan dan kelemahan sistem komunisme dan liberalisme.

jawaban

1). Contohnya: Kebebasan menentukan harga pada suatu produk. Kebebasan menjual produk dari jenisnya, dan harganya. 2). Sistem perekonomian indonesia yang cocok adalah sistem perekonomian pancasila. Nilai pancasila dalam kehidupan ekonomi diwujudkan dalam asas kebersamaan dan kekeluargaan. Falsafah pancasila mengandung konsep sintesis tentang masyarakat yang bertitik tolak dari pandangan manusia sebagai mahluk individu dan makhluk sosial. konsep tersebut mengandung unsur-unsur asas usaha bersama dan kekeluargaan, pandangan organis tentang masyarakat, dan asas keadilan sosial. Sistem perekonomian yang tidak cocok adalah sistem perekonomian komunis. Dalam sistem perekonomian komunis negara mempunyai kekuasaan penuh dalam pengaturan produksi dan konsumsi. Sehubungan dengan hal itu, maka alat-alat peoduksi harus berada ditangan negara. Mengapa? Karena dalam pelaksanaannya sistem ekonomi komunis mempunyai banyak kelemahan. Kelemahan yang sangat dirasakan adalah: Manusia dianggap sebagai ‚ÄĚalat produksi‚ÄĚ bukan dianggap manusia secara pribadi. Sedangkan sistem ekonomi pancasila menempatkan manusia sebagai titik sentralnya. 3. ) Kelebihan sistem ekonomi liberal adalah: a) Setiap individu diberi kebebasan memiliki kekayaan dan sumber daya produksi. b) Individu bebas memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri. c) Adanya persaingan menyebabkan kreativitas dari setiap individu dapat berkembang. d) Produksi barang dan jasa didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Kekurangan sistem ekonomi liberal adalah: a) Muncul kesenjangan yang besar antara yang kaya dan miskin. b) Mengakibatkan munculnya monopoli dalam masyarakat. c) Kebebasan mudah disalahgunakan oleh yang kuat untuk memeras pihak yang lemah. d) Sulit terjadi pemerataan pendapatan. Kelebihan sistem ekonomi sosialis/komunis a) Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian. b) Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan dengan merata. c) Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. d) Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga. Kekurangan sistem ekonomi sosialis/komunis. a) Mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu. b) Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya. c) Kurang adanya variasi dalam memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah. Daftar Pustaka Dominelly, L. dan A. Hoogvelts (1996), ‚ÄúGlobalisation and The Technocratisation of Social Work‚ÄĚ, Critical Social Policy, 47,16(2), hal.45-62. Heilbroner, Robert L. (1976), Business Civilization in Decline, New York: WW Norton & Company. Marshall, T. H. (1981), The Right To Welfare, London: Heinemann. Suharyono – Niam Sovie, Sistem Ekonomi Indonesia.

1. Contoh praktik liberal dalam konteks politik mengandung makna menentang segala bentuk pemerintahan yang otoriter. 2. Sistem ekonomi yang cocok bagi Indonesia yaitu Sistem Ekonomi Pancasila yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi, yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat. yang tidak cocok bagi Indonesia Sistem Ekonomi Liberal karena masyarakat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, dan pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas tersebut. 3. Kelebihan Sistem Ekonomi Komunisme: perekonomian sepenuhnya ditangan pemerintah, relatif mudah melakukan distribusi pendapatan, tidak ada pembagian kelas apapun ketimpangan yang ada. Kekurangannya adalah Mematikan inisiatif individu untuk maju, sering terjadi monopoli, dan masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memiliki sumber daya. Kelebihan Sistem Ekonomi Liberalisme : menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat, timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat, dan efesiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan. Kekurangannya adalah terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat, masyarakat yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin, dan banyak terjadi monopoli masyarakat.

sistem ekonomi indonesia

inisiasi 1

Rekan-rekan mahasiswa,

Setelah mempelajari Materi Sistem Ekonomi dan Permasalahannya, menurut Saudara sistem ekonomi apa yang tepat bagi Indonesia? Faktor-faktor apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih suatu sistem ekonomi? Selamat berdiskusi!

 

Berdasarkan dasar negara kita, sistem perekonomian indonesia yang cocok adalah
Sistem perekonomian pancasila. Nilai Pancasila dalam kehidupan ekonomi diwujudkan dalam asas kebersamaan dan kekeluargaan. Sistem ekonomi Pancasila adalah suatu sistem ekonomi yang berorientasi pada manusia. oleh karena itu dalam pembangunan ekomomi, Indonesia menempatkan manusia sebagai titik sentral.
 Faktor-faktor apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih suatu sistem ekonomi?
– Pandangan pancasila tentang hubungan individu dan masyarakat
– Asas usaha bersama dan kekeluargaan
– Pandangan organis tentang masyarakat
– Asas keadilan sosial
Asas keadilan sosial mencakup hak setiap warga negara untuk mencapai kesejahteraan umum.
Untuk itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Logika

inisiasi 2

Pada minggu 2 kita perlu mendiskusikan tentang:
1. Apa hubungan ide, konsep dan term dengan prinsip dasar penalaran?

  1. Apa empat prinsip dasar penalaran yang dapat membuat sesatpikir?

Selamat berpartisipasi dan berdiskusi!

jawaban

1. Hasil tangkapan akal manusia mengenai suatu objek, baik material maupun nonmaterial disebut ide atau konsep. Dasar penalaran pada umumnya adalah konsep atau ide atau sering juga disebut dengan pengertian, tanpa ada konsep atau ide tidak dapat diadakan penalaran. konsep atau ide diungkapkan dalam bentuk bahasa disebut dengan istilah term. term sebagai ungkapan jika terdiri atas satu kata atau satu istilah maka term itu dinamakan term sederhana atau term simpel dan jika terdiri atas beberapa kata maka term itu dinamakan term komposit atau term kompleks.setiap term mempunyai konotasi atau isi. jadi ide dan konsep dalam logika adalah sama artinya. konsep atau ide atau juga pengertian adalah bersifat kerohanian dan dapat diungkapkan kedalam bentuk kata atau istilah atau juga beberapa kata. Ungkapan pengertian dalam bentuk kata atau istilah disebut dengan term.

2. Empat prinsip dasar penalaran yang dapat membuat sesatpikir yaitu:

Р Prinsip Identitas

– Prinsip Nonkontradiksi

– Prinsip Eksklusi Tertii

– Prinsip Cukup Alasan

Kesesatan berpikir atau sesatpikir adalah kekeliruan dalam penalaran berupa pembuatan kesimpulan dengan langkah-langkah yang tidak sah karena melanggar kaidah-kaidah logika maupun berupa perbincangan yang bercorak menyesatkan karena sengaja atau tidak sengaja memasukan hal-hal yang membuat kesimpulannya tidak sah.

 

Referensi:

Noor Muhsin Bakry

Sonjoruri Budiani Trisakti

Buku materi pokok, Logika.

 

  1. Ide dan konsep dalam logika adalah sama artinya. Konsep atau ide atau juga pengertian adalah bersifat kerohanian dan dapat diungkapkan kedalam bentuk kata atau istilah atau juga beberapa kata. Ungkapan pengertian dalam bentuk kata atau istilah disebut dengan term.
  2. 4 prinsip penalaran yang membuat sesat pikir
  • prinsip identitas menyatakan,sesuatu hal adalah sama dengan hal sendirinya
  • prinsip nonkontradiksi menyatakan, sesuatu tidak mungkin merupakan hal tertentu dan bukan hal tertentu dalam suatu kesatuan. prinsip ini menyatakan juga bahwa dua sifat yang berlawanan penuh (secara mutlak) tidak mungkin ada pada suatu benda dalam waktu dan tempat yang sama.
  • prinsip eksklusi tertii menyatakan, sesuatu jika dinyatakan sebagai hal tertentu atau bukan hal tertentu maka tidak ada kemungkinan ketiga yang merupakan jalan tengah
  • prinsip cukup alasan menyatakan, sesuatu perubahan yangb terjadi pada sesuatu hal tertentu mestilah berdasarkan alasan yang cukup,tidak mungkin tiba-tiba berubah tanpa sebab-sebab yang mencukupi.

1. Ide , konsep dan term merupakan dasar-dasar penalaran logis , logika dapat dpahami secara definitif adalah sistem penalaran tentang penyimpulan yang sah . Sebagai sistem penalaran , logika tentunya memiliki kaidah-kaidah hukum yang harus dipatuhi dan diakui sebagai legitimasi dan komitmen berpikir . Kaidah yang diakui disebut prinsip penalaran .

2. 4 Prinsip penalaran :

– Prinsip identitas : Allah adalah pencipta

– Prinsip nonkontradiksi : Konfilik disebabkan oleh tiada dialog di dalam perbedaan

– Prinsip eksklusi terturi : Konflik agama , karena konflik antarumat beragama

– Prinsip Cukup Alasan : Allah adalah Tuhan yang menciptakan alam semesta dan isinya

Logika

inisiasi 1

Pada Minggu 1 ini mari kita berdiskusi tentang:
1. Bagaimana menurut Anda tentang materi ini?

  1. Jelaskan kembali materi tersebut secara singkat dan tepat!

Selamat berdiskusi!

jawaban diskusi

1. Bagaimana menurut Anda tentang materi ini?
– Tidak terlalu sulit, dan mudah dipahami.
2. Jelaskan kembali materi tersebut secara singkat dan tepat!
– Definisi logika adalah sistem penalaran dan penyimpulan yang sah.
logika sebagai teori penyimpulan, berlandaskan pada suatu konsep yang
dinyatakan dalam bentuk kata atau istilah, dan dapat diuangkapkan dalam bentuk
himpunan sehingga setiap konsep mempunyai himpunan, mempunyai keluasan.
logika dibedakan antara logika dedukatif dan logika indukatif.
Jika logika deduktif, maka kesimpulannya bersifat PASTI. Sedangkan logika induktif,
maka kesimpulannya bersifat MUNGKIN.Logika deduktif dikenal dengan logika FORMAL,
Sedangkan, logika induktif dikenal dengan logika MATERIAL.
ada dua zaman yang membentuk logika, yakni: zaman Yunani dan zaman Modern.
Logika zaman Yunani ini dikenal dengan logika TRADISIONAL atau logika ARISTOTELES
dan logika zaman modern dikenal dengan logika Simbolik.Dalam perkembangannya logika terus berkembang pada pembahasan logika simbolik.

1. Menurut saya pembahasan logika di materi ini cukup mudah dimengerti, apalagi dengan diberikannya contoh mengenai logika deduktif dan logika induktif , serta penggunaan kata yg mudah dicerna.  Pembahasan pertama tentang logika ini cukup mudah , saya harap pembahasan-pembahasan selanjutnya saya tetap dapat mengerti semua materi logika secara keseluruhan .

2. Kesimpulan dari definisi logika adalah sistem penalaran dan penyimpulan yang sah. Logika ada 2 jenis , yaitu logika deduktif dan logika induktif . Logika deduktif kesimpulannya bersifat pasti , sedangkan logika induktif kesimpulannya bersifat mungkin . Secara historis , logika terbentuk dari 2 zaman , macamnya yaitu logika historis/logika Aristoteles dan logija simbolik . Logika terus berkembang di jaman simbolik .

 

pengantar sosiologi

inisiasi 2

Saudara Mahasiswa, perhatikanlah tayangan video berikut yang menggambarkan tentang konsep ienteraksi sosial

Berikan tanggapan atas interaksi yang terjadi tawuran antar remaja yang marak terjadi disekitar kita ini dengan mengkaitkannya dengan proses interaksi sosial.

 

Saya tunggu partisipasi Anda!!!

jawaban diskusi

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai fungsi baik dibidang akademik maupun bidang non akademik, dan salah satu fungsi sekolah tersebut adalah membantu membentuk kepribadian siswa. Dalam membentuk kepribadian siswa, guru sebagai tenaga pengajar yang secara langsung berinteraksi dengan siswa, tentunya memiliki peranan yang sangat penting. Keadaan remaja yang labil terkadang sulit bagi mereka untuk mengendalikan emosinya, sehingga sering kali terjadi tindakan-tindakan yang melanggar norma, seperti tawuran. Dampak tawuran bagi siswa, sekolah dan masyarakat sangat besar, meliputi kerugian moral dan material. Guru merupakan unsur penting dalam keseluruham sistem pendidikan. Oleh karena itu peranan dan kedudukan guru dalam meningkatkan mutu dan kualitas anak didik perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Guru sebagai tenaga pendidik harus berperan serta aktif untuk mencegah terjadinya tawuran tersebut. Adapun peran guru dalam mencegah terjadinya tawuran antar pelajar meliputi primary prevention ( ditekankan pada upaya pengembangan diri siswa dengan bisa mengembangkan secara seimbang tiga potensi yaitu berfikir, berestetika dan berkeyakinan kepada Tuhan.),  preventif (usaha mencegah timbulnya tawuran)dan treatment (memberikan sanksi sesuai kesalahan yang dilakukan oleh siswa mulai memberikan nasehat, surat pernyataan, memanggil orang tua murid,skors hingga dikeluarkan)..

Tawuran merupakan suatu bentuk tindakan kekerasan baik berupa kekerasan fisik seperti perkelahian, pemukulan atau psikis berupa cacian atau hinaan. Tawuran dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang. Tawuran merupakan gejala sosiologis yang harus dihadapi dan diatasi oleh pihak-pihak yang berhubungan dengan tawuran itu. Karena tawuran atau perkelahian fisik antar kelompok di lingkungan pelajar semakin sering terjadi. Sehingga, tawuran dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan dan keamanan masyarakat dapat terjamin.

tawuran antar pelajar merupakan fenomena sosial yang sudah dianggap lumrah oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan ada sebuah pendapat yang menganggap bahwa tawuran merupakan salah satu kegiatan rutin dari pelajar yang menginjak usia remaja. Tawuiran antar pelajar sering terjadi di kota-kota besar. Dampak terjadinya tawuran adalah kerugian fisik, pelajar yang ikut tawuran kemungkinan akan menjadi korban. Baik itu cedera ringan, cedera berat, bahkan sampai kematian, Masyarakat disekitarnya juga dirugikan, terganggunya proses belajar mengajar, menurunnya moralitas para pelajar, hilangnya perasaan peka, toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargai.

Faktor-faktor yang menyebabkan tawuran pelajar adalah faktor internal terjadi didalam diri individu itu sendiri yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru dalam menyelesaikan permasalahan disekitarnya dan semua pengaruh yang datang dari luar. Remaja yang melakukan perkelahian biasanya tidak mampu melakukan adaptasi dengan lingkungan yang kompleks. Maksudnya ia tidak dapat menyesuaikan diri dengan keanekaragaman pandangan, ekonomi, budaya dan berbagai keragaman lainnya yang semakin lama semakin bermacam-macam. Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar individu yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan

Secara pisikologis perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja ( juvenile deliquency). kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat digolongkan kedalam dua jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik.

– delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang mengharuskan mereka untuk berkelahi, keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat.

– delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng.

bentuk-bentuk interaksi sosial secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

(1).interaksi sosial yang bersifat asosiatif dan (2) interaksi sosial yang bersifat disosiatif.

Tawuran adalah contoh interaksi sosial kelompok dengan kelompok. tetapi ini termasuk inter aksi sosial disosiatif, yaitu proses sosial yang mengarah pada konflik atau dapat merenggangkan solidaritas kelompok. proses disosiatif disebut pula proses oposisi.proses interaksi sosial disosiatif terdiri tiga bentuk yaitu persaingan, kontravensi, dan konflik.