Bahasa indonesia ut

Pada inisiasi Minggu ke-6 ini kita diberikan file materi tentang kompetensi menulis. Berhubung tidak ada topik diskusikhusus, maka saya ingin memulai diskusi tentang kesalahan-kesalahan penggunaan kata dalam menulis. Teman-teman boleh lho, menambahkan ide atau pemikiran dalam topik ini ^_^

  1. Kesalahan penggunaan kata baku dan tidak baku, seperti contoh dibawah ini:

– Nafas atau Napas? –>  yang betul napas (pakai p). Berarti judul lagunya Dewa – Separuh Nafasku juga salah ya. Yang betul Separuh Napasku, sesuai EYD.

– Provinsi atau Propinsi? –> yang betul Provinsi (pakai v) karena serapan dari bahasa asing province dan provincia.

– Telepon atau Telpon? –> yang betul telepon (berasal dari kata telephone).

– Sholat, solat, shalat, atau salat? –> sesuai KBBI, yang benar adalah salat. Kata solay dan sholat dianggap tidak baku. Dalam bahasa Indonesia tidak ada susunan kata sh, sehingga kata sholat dianggap keliru. Seperti juga susunan huruf kw pada kwitansi. Yang benar adalah kuitansi (pakai ui, bukan kw).

– Ijin atau Izin? –> yang benar izin. Minta izin, bukan minta ijin. Permohonan Izin, bukan Permohonan Ijin. Sedihnya, saya masih sering menemui kesalahan penulisan kata Izin dan Ijin ini dalam dokumen resmi pemerintah.

– Aktivitas atau aktifitas? –> yang benar aktivitas (pakai v). Kata dasarnya aktif (pakai huruf F) tapi ketika diberikan akhiran –itas, bentuknya menjadi aktivitas. Begitu dalam bahasa Inggris kita mengejanya sebagai activity, bukan aktifity. Bisa-bisa ditertawakan oleh Justin Bieber nanti

– Detail atau detil? –> yang baku adalah detail.

– Hafal atau hapal? –> yang baku adalah hafal (pakai f) karena merupakan serapan dari bahasa asing hafiz atau hafaza.

–  Karir atau karier? –> yang baku adalah karier. Wanita karier, bukan wanita karir. Kenaikan karier, bukan kenaikan karir.

– Merek atau merk? –> Yang baku adalah merek.

Kalau sudah tahu, segera biasakan pakai kata baku ya. Jangan mengikuti tren yang salah kaprah.

2. Kesalahan pemahaman arti kata seperti contoh kata berikut :

– Acuh, mengacuhkan, acuh tak acuh

Dalam bahasa Indonesia, acuh artinya peduli atau perhatian. Mengacuhkan berarti memedulikan, memperhatikan.

Perhatikan kalimat ini : Aku kesal padanya karena sudah seminggu ini dia selalu mengacuhkan aku

Kalimat diatas susunannya benar, tapi tidak logis. Mengacuhkan berarti memperhatikan. Lha wong diperhatikan kok malah kesal? Harusnya kan senang. Agar kalimatnya logis, susunan yang benar seharusnya “Aku kesal padanya karena sudah seminggu ini dia tidak pernah mengacuhkan aku”

Kata acuh tak acuh juga salah kaprah. Yang betul adalah acuh (untuk kalimat positif) dan tidak acuh (untuk kalimat negatif).

– Diam tak bergeming

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bergeming artinya diam. Jadi kalau diam tak bergeming artinya jadi diam tak diam, begitu? Ini salah kaprah. Lebih baik tulis salah satu kata saja dalam kalimat. Kalau sudah menulis pakai kata diam ya tidak perlu pakai kata bergeming.

–  Nyinyir

Saya masih sering menjumpai tulisan status di media sosial yang mengaitkan nyinyir dengan menyindir. Padahal arti nyinyir adalah mengulang-ulang perintah, cerewet, atau nyenyeh. Misalnya “Nenekku kadang-kadang nyinyir, bosan aku mendengarnya” Jadi nyinyir dan nyindir itu beda ya.

 

3. Penggunaan kata dari bahasa asing dan bahasa daerah

Di era ponsel pintar seperti sekarang, kita mungkin akrab dengan istilah download, upload, account, laundry, website, sign in, online, offline, dan istilah lainnya. Apabila dalam karangan kita terdapat kutipan atau kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah, kita boleh menuliskannya dengan dicetak miring. Namun jika kata tersebut sudah diserap dan ditetapkan sebagai kata bahasa Indonesia, ya kita harus memperlakukannya sebagai kata bahasa Indonesia (tidak perlu dicetak miring).

Untuk kata-kata diatas (download, upload, account, laundry, website, sign in, online, offline) sebetulnya tim penyusun KBBI sudah punya padanan katanya dalam bahasa Indonesia, misalnya :

–          Download = unduh

–          Upload = unggah

–          Account, merk = jenama

–          Laundry = penatu

–          Website = situs, laman

–          Online = daring / dalam jaringan

–          Offline = luring / luar jaringan

 

Demikian yang bisa saya bagikan. Akan lebih bagus jika kita bisa melestarikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Terimakasih

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s