pengantar sosiologi

inisiasi 2

Saudara Mahasiswa, perhatikanlah tayangan video berikut yang menggambarkan tentang konsep ienteraksi sosial

Berikan tanggapan atas interaksi yang terjadi tawuran antar remaja yang marak terjadi disekitar kita ini dengan mengkaitkannya dengan proses interaksi sosial.

 

Saya tunggu partisipasi Anda!!!

jawaban diskusi

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai fungsi baik dibidang akademik maupun bidang non akademik, dan salah satu fungsi sekolah tersebut adalah membantu membentuk kepribadian siswa. Dalam membentuk kepribadian siswa, guru sebagai tenaga pengajar yang secara langsung berinteraksi dengan siswa, tentunya memiliki peranan yang sangat penting. Keadaan remaja yang labil terkadang sulit bagi mereka untuk mengendalikan emosinya, sehingga sering kali terjadi tindakan-tindakan yang melanggar norma, seperti tawuran. Dampak tawuran bagi siswa, sekolah dan masyarakat sangat besar, meliputi kerugian moral dan material. Guru merupakan unsur penting dalam keseluruham sistem pendidikan. Oleh karena itu peranan dan kedudukan guru dalam meningkatkan mutu dan kualitas anak didik perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Guru sebagai tenaga pendidik harus berperan serta aktif untuk mencegah terjadinya tawuran tersebut. Adapun peran guru dalam mencegah terjadinya tawuran antar pelajar meliputi primary prevention ( ditekankan pada upaya pengembangan diri siswa dengan bisa mengembangkan secara seimbang tiga potensi yaitu berfikir, berestetika dan berkeyakinan kepada Tuhan.),  preventif (usaha mencegah timbulnya tawuran)dan treatment (memberikan sanksi sesuai kesalahan yang dilakukan oleh siswa mulai memberikan nasehat, surat pernyataan, memanggil orang tua murid,skors hingga dikeluarkan)..

Tawuran merupakan suatu bentuk tindakan kekerasan baik berupa kekerasan fisik seperti perkelahian, pemukulan atau psikis berupa cacian atau hinaan. Tawuran dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang. Tawuran merupakan gejala sosiologis yang harus dihadapi dan diatasi oleh pihak-pihak yang berhubungan dengan tawuran itu. Karena tawuran atau perkelahian fisik antar kelompok di lingkungan pelajar semakin sering terjadi. Sehingga, tawuran dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan dan keamanan masyarakat dapat terjamin.

tawuran antar pelajar merupakan fenomena sosial yang sudah dianggap lumrah oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan ada sebuah pendapat yang menganggap bahwa tawuran merupakan salah satu kegiatan rutin dari pelajar yang menginjak usia remaja. Tawuiran antar pelajar sering terjadi di kota-kota besar. Dampak terjadinya tawuran adalah kerugian fisik, pelajar yang ikut tawuran kemungkinan akan menjadi korban. Baik itu cedera ringan, cedera berat, bahkan sampai kematian, Masyarakat disekitarnya juga dirugikan, terganggunya proses belajar mengajar, menurunnya moralitas para pelajar, hilangnya perasaan peka, toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargai.

Faktor-faktor yang menyebabkan tawuran pelajar adalah faktor internal terjadi didalam diri individu itu sendiri yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru dalam menyelesaikan permasalahan disekitarnya dan semua pengaruh yang datang dari luar. Remaja yang melakukan perkelahian biasanya tidak mampu melakukan adaptasi dengan lingkungan yang kompleks. Maksudnya ia tidak dapat menyesuaikan diri dengan keanekaragaman pandangan, ekonomi, budaya dan berbagai keragaman lainnya yang semakin lama semakin bermacam-macam. Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar individu yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan

Secara pisikologis perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja ( juvenile deliquency). kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat digolongkan kedalam dua jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik.

– delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang mengharuskan mereka untuk berkelahi, keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat.

– delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng.

bentuk-bentuk interaksi sosial secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

(1).interaksi sosial yang bersifat asosiatif dan (2) interaksi sosial yang bersifat disosiatif.

Tawuran adalah contoh interaksi sosial kelompok dengan kelompok. tetapi ini termasuk inter aksi sosial disosiatif, yaitu proses sosial yang mengarah pada konflik atau dapat merenggangkan solidaritas kelompok. proses disosiatif disebut pula proses oposisi.proses interaksi sosial disosiatif terdiri tiga bentuk yaitu persaingan, kontravensi, dan konflik.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s